30 Mei, 2016
28 Mei, 2016
Kombinasi Iman + Tindakan
Namun Alkitab mencatat akhir cerita ini dengan bangsa Ibrani akhirnya menang besar dengan cara-cara yang melebihi logika. Begini ceritanya (ayat 20-23):
- orang Filistin gentar dan akhirnya saling tusuk²an/membunuh satu sama lain setelah Yonatan dan bujang pembawa senjatanya membabat 20 orang Filistin.
- orang² Ibrani yang tinggal bareng dan mengabdi pada orang Filistin tiba² berbalik melawan orang Filistin.
- orang² Efraim yang sebelumnya bersembunyi akhirnya turun gunung ikut join ke kubu Ibrani melawan orang Filistin.
Seringkali iman kita uda ga terlalu murni, ga lagi berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan namun seringkali iman itu tercampur dengan besar kecilnya masalah dan juga seberapa besar sumber daya kita di dalam mengatasi masalah itu. Jika hanya sumber daya saja yang jadi dasar perhitungan maka sebenernya kita secara ga sadar uda sombong dan bilang: tidak diperlukan lagi kuasa intervensi Tuhan untuk case ini.
Apapun impian kita hari ini walau itu terlihat mustahil, mari kita belajar tetap beriman pada Dia yang telah memanggil yang akan memampukan kita untuk meraih kemenangan di dalam setiap pertempuran hidup sehari-hari dan juga miliki tindakan iman. Jangan sampai perhitungan, logika dan kondisi kita hari ini membuat kita takut dan malah membuat kita ga berani melangkah.
27 Mei, 2016
Menanam
Kalau tidak pernah belajar menanam, jangan berharap banyak untuk memanen 😊
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Galatians 6:9 (NET) So we must not grow weary in doing good, for in due time we will reap, if we do not give up. 💃🙌😁
26 Mei, 2016
Substansi bukan Gengsi
Better bangun substansi (apa kata Tuhan), bukan gengsi (apa kata ego dan orang lain) di dalam hidup.
Karena dunia selalu berubah-ubah, apa kata orang lain terhadap hidup kita juga bisa berubah-ubah, even perasaan dan kehendak kita sendiri pun bisa berubah-ubah. Hanya kasih Kristus atas hidup kita yang ga berubah-ubah 😘
Kita semua butuh garputala yang memainkan nada dasar C mayor di dalam menjalani harmoni hidup yang menjadi patokan which is itu cuma kesadaran akan kasih Kristus yang ga pernah berubah atas hidup kita 😇
Dan inilah yang Dia katakan atas hidup kita: Yesaya 43:4a Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau...
Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Have a great Thursday 🙌
25 Mei, 2016
Firsthand understanding of God
Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (TB)
Job 42:5 I admit I once lived by rumors of you; now I have it all FIRSTHAND—from my own eyes and ears! (The Message)
Ayat ini terkenal banget lho. Berbicara tentang pengenalan akan Allah secara personal pasti akan merujuk ke ayat ini. Tapi pernahkah kita merenungkan siapa atau orang seperti apa sih yang ngomong di ayat ini?
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayat 8)
Yup jawabannya : Ayub. Seorang pribadi yang demikian saleh sehingga diakui oleh Tuhan sendiri dan ga seorang pun di bumi yang kesalehannya melebihi Ayub! Wow banget yah 😲
Namun menariknya ternyata perbuatan-perbuatan saleh dan segala kekayaan Ayub yang luar biasa itu tidak membawa Ayub mengenal Allah secara pribadi lho. That's why di akhir kitab Ayub ada keluar ayat di atas yang bilang kalo Ayub cuma denger rumor / dari kata orang saja kalo Tuhan baik tapi baru kemudian ia mengalami secara langsung (firsthand) 😇
Allah rindu setiap anak2-Nya hidup benar dan saleh, tapi terlebih rindu lagi untuk anak2-Nya kenal Dia secara FIRSTHAND. Bukan atas dasar apa kata pastor atau pendetanya, ortunya, kakak rohaninya atau pengalaman teman-temannya.
Ayub mengalami FIRSTHAND ketika dia bertemu face to face (muka dengan muka) sama TUHAN, bukan ketika dia melakukan kesalehan 😉
Sudahkah kita mendasarkan pengenalan kita akan Allah atas dasar pengenalan secara pribadi (FIRSTHAND / langsung) atau atas dasar kesalehan hidup atau atas dasar apa kata orang 😃?
Intellectual Trap
Yohanes 5:39 Kamu MENYELIDIKI Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. (TB)
John 5:39-40 "You have your heads in your Bibles constantly because you think you'll find eternal life there. But you MISS the forest for the trees. These Scriptures are all about me! And here I am, standing right before you, and you aren't willing to receive from me the life you say you want. (MSG)
Banyak orang percaya terjebak pada pengetahuan akan Allah. Ada 3 type orang :
1. Cukup puas ketika sampai pada level sekadar mengetahui kebenaran dan mengetahui kebaikan Tuhan hanya berdasarkan apa kata orang (ortu, teman, sahabat, pendeta, pasangan, dll). Ini ibarat cuma liat brosur mengenai suatu jenis prouk makanan tapi ga nyicip. 💬💭
2. Cukup puas ketika mereka sudah belajar menggali kebenaran walau tidak benar² mengalami pengalaman secara pribadi akan kebenaran. Ini ibarat hanya sample food kalau mau testing makanan. 🍟
3. Mengalami kebenaran bukan hanya dari kata orang tapi mengalami langsung secara pribadi (first hand understanding of God). Ini ibarat makan makanan super enak sampe kenyang. 🍛🍜🍝🍣🍦
Adalah penting untuk kita punya hati yang haus belajar dan menggali pengetahuan kebenaran tapi Tuhan mau agar kita naik ke level berikutnya yaitu : pengalaman akan kebenaran.
Tidak hanya cukup puas dengan knowledge yang bertambah karena hal ini memang otomatis akan terjadi seiring bertambahnya frekuensi ikut kebaktian, pembelajaran / pendalaman Alkitab, dengerin kotbah, seminar dan aktifitas2 baik lainnya.
Ribuan tahun yang lalu Tuhan Yesus Kristus berkata sangat keras akan hal ini kepada ahli-ahli Taurat. Mereka begitu luar biasa menyelidiki Biblenya sampai dikatakan constantly (konsisten). Which is ini berarti setiap hari belajar dan menambah pengetahuan mereka (mungkin menggali Taurat berpuluh puluh pasal setiap harinya).
Tapi menariknya mereka sesungguhnya ga mengenal apa yang mereka selidiki yaitu pribadi Yesus, karena keseluruhan isi Alkitab adalah bayangan dari Yesus yang adalah penggenapannya🔽
Kolose 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
So yuk sama-sama belajar untuk bisa seimbang. Tidak hanya menggali tapi juga minta agar kita bisa mengalami kebenaran dalam keseharian hidup kita karena bukan "pengetahuan" tapi "pengalaman"lah yang menghasilkan kesaksian dan membuat orang menjadi percaya. Ubah doa kita tak lagi hanya sekadar pengen tau lebih banyak tentang Tuhan, tapi pengen lebih lagi mengalami realitas kebenaran Firman dan pribadi Yesus di dalam keseharian 😇😉
Bertumbuhnya knowledge (pengetahuan) tanpa diimbangi dengan pertumbuhan experience (pengalaman) dan belas kasihan hanya akan menghasilkan kesombongan dan penghakiman.
23 Mei, 2016
Reputasi dan Kompetensi
Jujur dan punya integritas tapi tidak mempunyai kemampuan mumpuni maka akan diabaikan. Sebaliknya punya kemampuan yang mengagumkan tapi tidak punya karakter yang baik juga tidak akan dipercaya.
Oleh karena itu harus bertumbuh di dalam kebenaran (grow in truth) dan juga kompetensi (grow in competence) serta memberi nilai tambah juga bagi hidup orang melalui kepedulian (grow in care).