12 Oktober, 2015

Miskomunikasi atau kepahitan?



Matius 12:25-28
27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul...

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Kita sering mendengar Beelzebul atau Beelzebub atau Beel-Zebub ( Hebrew: בַּעַל זְבוּב) diartikan sebagai penghulu iblis, tapi ternyata jika diartikan dari bahasa aslinya berarti "lord of the flies" alias raja lalet. Di dalam perumpamaan Yesus Beelzebul dikaitkan dengan spirit perpecahan.
Terus apa hubungannya si raja lalet sama perpecahan ya???

Kalau kita pelajari ternyata lalat selain suka banget sama tempat sampah yang kotor dan bangkai, juga suka banget sama yang namanya borok / luka yang menganga sebagai media dia untuk berkembang biak. Makannya ada produk namanya hansaplast kan buat supaya luka ga jadi borok :D

Nah tidak hanya tubuh yang bisa terluka, tapi secara roh dan jiwa kitapun bisa mengalami namanya terluka dan sayangnya luka itu ga bisa keliatan dari luar kecuali ada keterbukaan.
Menariknya si lalet (iblis) demen banget sama namanya luka yang ga ditutup! Dia akan buat luka itu menjadi borok dan media dia untuk bisa bekerja sehingga objek lama-lama menjadi MATI & MEMBUSUK!

Sadarkah kita bahwa ketika hati kita terluka maka itu akan menjadi pintu gerbang kehancuran hidup kita jika tidak dibereskan? Seringkali kita berpikir bahwa masalah hanya pada miss communication. Padalah miskomunikasi bukanlah akar dari rusaknya hubungan kita dengan sesama. Tapi akar dari kerusakan hubungan adalah luka kepahitan yang TIDAK DIBERESKAN lho X_X

Seringkali kita berusaha begitu keras untuk memperbaiki cara komunikasi kita kepada orang yang padanya kita menyimpan kepahitan dan seringkali ga berhasil kan ==" ?
Apa sih kunci supaya sembuh? Check this out ;)  >>>
Ibrani 4:16
Sepahit apapun hati kita saat ini mari datang terlebih dulu ke takhta kasih karunia Tuhan untuk disembuhkan baru kemudian bereskan konflik dengan manusianya

Di dalam kasih karunia Tuhan luka dan kepahitan tidak memiliki tempat!


So jika hati kita mulai ada "lecet" luka hati atau bahkan "borok" kepahitan udah bernanah dengan partner bisnis, rekan kerja (atasan or bawahan), rekan pelayanan atau bahkan mungkin keluarga kita, mari dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia yang menyembuhkan dan memampukan kita untuk mengasihi sama seperti Tuhan mengasihi ^__^


08 September, 2015

Allah yang membungkuk

Yohanes 8:8-11 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Tulisan di atas pasir ini adalah satu-satunya khotbah yang pernah ditulis Yesus. Meskipun kita tak tahu kata-katanya, saya bertanya-tanya apakah tulisannya adalah:

KASIH KARUNIA terjadi di sini ~ Max Lucado (bab 2 buku: Kasih Karunia - lebih dari yang layak kita terima, lebih besar dari yang kita bayangkan)

Jangan lagi merasa tertuduh. Bukan bersih dulu baru mandi, tapi mandi dulu baru bersih.

Bukan kudus dulu baru bisa datang & merasakan kasih Tuhan Yesus, tetapi datang & merasakan kasih Tuhan Yesus lah yang menghasilkan kekudusan.

Yohanes 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

👆apakah kita mendengar perkataan yang sama 😍?

Selamat beristirahat di dalam hadirat-Nya 😌😴

06 September, 2015

For we walk by faith, not by sight

2 Korintus 5:7 — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

Sesuatu hal yang sudah bisa dilihat jelas oleh mata jasmani tidak lagi membutuhkan iman percaya untuk bisa dijalani.
Namun untuk masa depan yang tidak pasti jelas membutuhkan mata iman yang terang untuk bisa dijalani.

Kabar baiknya sesuatu hal yang membutuhkan iman adalah tempat dimana Tuhan Yesus bisa bekerja dengan bebas 🙌😇

30 Agustus, 2015

What God Seek

1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat HATI."

Kejadian 20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan HATI yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.

Penilaian Tuhan bukanlah berdasarkan apa yang mungkin terlihat baik atau buruk di pandangan manusia, tetapi yang Dia lihat adalah MOTIVASI / HATI manusia ketika melakukan suatu aksi.

Mungkin di mata manusia bisa jadi hal itu terlihat:
- Baik (ayat pertama tentang anak2 Isai yang baik2 perawakannya), atau
- Buruk (ayat kedua tentang raja Abimelekh yang mau memperistri Sara)

Man sees Your actions but God sees Your motives.

Jangan terlalu cepat menghakimi ketika ada hal yang mungkin terlihat "aneh" ketika orang lain melakukan suatu hal. So yuk lebih fokus kepada esensi (hati) daripada ekspresi (aksi) ketika melakukan suatu hal 😉

MENELAN atau DITELAN

Bilangan 13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti BELALANG, dan demikian juga mereka terhadap kami."

Bilangan 14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita TELAN habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 

Bagaimana kemenangan atau kekalahan kita terhadap masalah hidup sangat tergantung dari perspektif (sudut pandang) dan respon kita terhadapnya.

Pastikan kita terus memiliki sudut pandang menelan masalah, bukan ditelan oleh masalah, karena ada Tuhan Yesus di dalam dan beserta kita 😊

Have a great Sunday folks 🙌😎

MENGAKAR ke bawah baru BERTUMBUH ke atas

2 Raja-raja 4:6  Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.

Banyak orang percaya begitu sibuk berfokus kepada isi (which is berkat jasmani, opportunity) ketika datang kepada Tuhan, bukannya mempersiapkan wadah (which is hati dan kompetensi yang siap ketika waktu berkat-Nya tercurah).

Tuhan Bapa yang baik exactly tau persis sebatas mana kesiapan kita untuk menerima berkat, apakah sudah akil balig (cukup dewasa) untuk menghandle berkat ataukah masih anak-anak yang belum memiliki kemampuan untuk mengelola.

Karena berkat (OPPORTUNITY) tanpa disertai kapasitas kemampuan & karakter (CAPABILITY) untuk menghandle akan berbalik menjadi kutukan.

Sama seperti cerita janda dan Elisa di atas yang mempersiapkan bejana sebelum minyak tercurah, maka di bisnis / profesi kita pun seharusnya mempersiapkan sistem ataupun kompetensi terlepas dari sekecil / serendah apapun kondisi kita hari ini karena ketika kesempatan datang tidak akan ada lagi waktu untuk bersiap.

Benih itu tumbuh mengakar ke bawah (hal2 penting yang dilakukan ketika tiada seorangpun melihat) dengan kuat terlebih dahulu sebelum tumbuh besar ke atas 😉

Selamat beristirahat di dalam hadirat-Nya 😌😪

23 Agustus, 2015

Pembaharuan pikiran

Penebusan Kristus Yesus tidak otomatis membuat orang yang percaya pada karya itu mengalami "amnesia" pada masa lalunya yang mungkin penuh beban kegagalan, dendam, rasa bersalah ataupun trauma

Oleh karena itu perlu pembaharuan pikiran terus "day by day" (Roma 12:1-2) dengan fokus pada pribadi-Nya (Ibrani 12:2) 😉

Blog Stat