20 April, 2016

Meminta roti atau benih?

2 Korintus 9:6, 10  Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Ia yang menyediakan benih bagi PENABUR, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Kejadian 47:19 Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah BENIH, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus."

Tuhan sebenarnya ingin memelihara hidup kita bukan dengan mukjizat tetapi dengan berkat. Mukjizat dan berkat adalah 2 hal yang berbeda. Mukjizat terjadi tidak setiap waktu sedangkan berkat adalah sesuatu yang pasti terjadi - David Demola, Pastor

Ini adalah kisah tentang kelaparan yang melanda dunia ketika jaman Yusuf. Hal yang menarik dalam cerita ini adalah orang² yang sebelumnya begitu berfokus kepada makanan / roti dan sampai pada akhirnya tidak ada lagi uang dan aset yang mereka miliki hingga akhirnya mereka sadar pada saat akhir dan baru meminta benih pada Yusuf.

Bukankah banyak orang percaya bersikap yang sama terhadap Tuhan? Betapa sering kita fokus kepada roti bukannya benih? Fokus kepada meminta mukjizat padahal seharusnya kepada hikmat untuk mendapatkan berkat.

Mulai ubah fokus doa kita kepada apa yang SEHARUSNYA kita minta bukan yang MAU kita minta, fokus kepada benih yang berpotensi menghasilkan banyak roti (dari gandum) bukannya roti yang sudah jadi.

Dan sesuatu yang pasti di dalam hukum menabur ialah apa yang ditabur selalu berpotensi menghasilkan tuaian jauh lebih banyak daripada apa yang ditabur. Masa depan kita tidak ditentukan oleh jumlah tabungan kita hari ini, tetapi oleh jumlah taburan kita hari ini.

Berkat berbicara tentang covenant (perjanjian) yang pasti terjadi akibat ketaatan akan hukum-hukum Allah. Sedangkan mukjizat berbicara tentang hak prerogatif Allah yang terserah seusai kehendak-Nya kapan akan terjadi ataukah tidak akan terjadi.

Penabur adalah orang yang memiliki GAYA HIDUP menabur di dalam keseharian hidupnya. Orang yang hanya sewaktu-waktu menabur tidak bisa disebut penabur. 

Doa iman bukanlah meminta sesuatu yang belum ada. Doa iman adalah meminta sesuatu yang sudah ada, tetapi tersimpan di gudang surga - Eddy Leo, Church Elder

19 April, 2016

Sumur pribadi

Amsal 5:15 Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual.

Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Seringkali orang percaya menggantungkan kebutuhan airnya (pewahyuan, semangat/motivasi, nasehat) pada sumur orang lain seperti pastor atau pendetanya, gembala, pemimpin komselnya, kakak rohaninya ataupun orang-orang di komunitasnya.

Bukanlah hal buruk jika kita belajar dan mendapat impartasi dari orang lain karena Tuhan juga bisa berbicara melalui manusia lainnya. Hal ini akan berjalan normal ketika orang² yang digantungkan memiliki persediaan air yang memadai, namun akan menjadi MASALAH ketika suatu saat sumur mereka lagi mampet atau bahkan kering 😱

Hal ini mengakibatkan orang yang suka numpang juga akan jadi lemah bahkan MPP (mati pelan-pelan) karena tak lagi bisa minum air. Padahal sebenarnya tiap2 orang percaya detik ketika percaya Yesus Kristus maka masing2 memiliki sumur pribadi yang daripadanya bisa ditimba air hidup yang dapat memuaskan dahaga rohnya 😋

Ini yang menjadi salah satu kendala kenapa banyak orang percaya tidak bertumbuh dengan normal karena "otot2 rohnya" tidak terlatih dengan baik akibat keseringan "numpang" daripada "menimba" sumur pribadinya sendiri dan ketika beban hidup bertambah ototnya ga siap buat menahan beban dan akhirnya robohlah hidupnya!

So, yuk kita sama-sama mau terus bertumbuh dengan cara menimba sumur pribadi kita which is pribadi Yesus Kristus yang ada di dalam hati setiap orang percaya.

Karena Allah terlebih rindu buat kenal kita secara personal bukan pada saat kita "keroyokan" datang pada-Nya 😁

Have a great day 😎

17 April, 2016

Rendah hati

Alkisah dahulu, ketika Mahatma Gandhi (1869-1948) sedang belajar Ilmu Hukum di University of College, London, Inggris, ada seorang profesor Bahasa Inggris bernama Peters, yang kurang menyukai Gandhi.

Suatu hari, ketika Prof. Peters sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi muda datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya. Prof. Peters lantas berkata, "Gandhi, apakah Anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?"

Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal, menjawab dengan tenang, "Jangan khawatir, Prof. Saya akan segera ‘terbang’." Gandhi pun segera pergi untuk makan di meja lainnya. Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan. Ia memutuskan untuk balas dendam di kesempatan berikut.

Esoknya, di dalam kelas, Prof. Peters dengan sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi, "Gandhi, andai kamu sedang berjalan, lalu tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang serta 1 tas penuh dengan kebijaksanaan... mana yang kamu ambil?"

Tanpa ragu Gandhi menjawab, "Yaaa, uang."

Prof. Peters sambil tersenyum sinis berkata, "Jika itu aku... maka aku akan mengambil kebijaksanaan."

Gandhi menjawab, “Seseorang akan mengambil apa yang tidak dia punya."

Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa-apa. Pada kesempatan berikut, dengan penuh kemarahan, dia menulis kata "idiot" pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikannya ke Gandhi. Gandhi mengambil, duduk sambil berusaha keras tetap tenang.

Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang profesor seraya berkata dengan sangat sopan, "Prof. Peters, Anda hanya menanda tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai..."

PESAN MORAL Cerita Ini:

Lakukanlah apa yang Anda ingin orang lain lakukan pada Anda. Bersikaplah tenang dan bijak apabila ada orang yang membenci Anda. Sebab semakin dia membenci, semakin banyak kebodohan yang akan dibuatnya.

Di dalam dunia yang kompetitif ini, ingatlah untuk tetap rendah hati sehingga kejadian berikut ini bisa terjadi, "First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win." (Mahatma Gandhi).

Loyal To Process

Roma 5:3-5 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Proses, 1 kata yang mungkin tidak terlalu disukai oleh generasi muda yang cenderung hidup di era serba instan (mie instan, bihun instan, bubur instan, hasil foto instan, soto jamur instan, dll yang instan) yang secara tak sadar telah membentuk pola pemikiran bahwa semuanya bisa cepat terjadi dengan proses yang mudah 😜

Namun untuk berhasil seringkali diperlukan perubahan proses yang radikal. Secara alami orang cenderung enggan berubah karena perubahan itu pasti akan disertai rasa sakit / penderitaan, namun penderitaan ini akan selalu menyertai sebelum setiap kesuksesan hidup kita di masa depan terjadi 😎

Kebanyakan kita seringkali begitu menikmati "pertunjukannya" (seminar, pelatihan, camp) tapi seringkali gagal mengimplementasikan ketika acara telah berakhir.
Camp / pelatihan memang adalah "input" katalisator (pemicu) yang akan meng-upgrade paradigma kita ke arah yang benar dengan lebih cepat dibanding belajar sendiri, namun tetap dibutuhkan step "process" yang benar terus menerus sebelum "output" glory (kemenangan dalam kemuliaan) tergenapi 🙆

Jangan remehkan proses! Yuk kita mau sama-sama terus setia pada proses sampai GLORY tergenapi 👍👊

Dan proses itu menjadi lebih enak dilalui jika kita bersama-sama hidup di dalam komunitas yang orang²nya pun mau diproses hidupnya.

Pengkhotbah 4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

Kita terlampau melebih-lebihkan acaranya (seminar, camp, pelatihan) dan meremehkan prosesnya. Setiap impian yang terwujud adalah karena adanya DEDIKASI terhadap PROSES - John C. Maxwell

Keep grow in truth, grow in competence and grow in care, also keep Your spirit up high through COMMUNITY! Selamat berproses menggenapi life calling kita karena ada kemuliaan menanti 💪

15 April, 2016

Menghitung Apel

Seorang guru matematika bertanya kepada muridnya yang berusia 7 tahun bernama Mamat, "Jika aku beri kamu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang kamu punya?"

Mamat langsung menjawab, "Empat". 🙋

Guru tampak kecewa karena Mamat tidak mampu menjawab "Tiga" karena ini adalah pertanyaan yang mudah. Mungkin, Mamat tidak mendengarkan dengan baik, Gurunya pun mengulangi pertanyaan ke Mamat, "Dengar baik-baik. Jika aku beri kamu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang kamu punya?"

Karena lihat wajah gurunya yang kecewa, kali ini Mamat menjawab dengan hati-hati, "Empat Bu." 😓

Gurunya semakin kecewa, tapi tidak menyerah, dia pikir, mungkin Mamat tidak suka apel, tapi lebih suka mangga. Ia pun ganti pertanyaannya, "Oke, sekarang, jika aku beri kamu satu mangga dan satu mangga dan satu mangga, berapa mangga yang kamu punya?"

Sambil tersenyum Mamat menjawab, "Tiga!" 🙌

Kali ini wajah Gurunya sumeringah. Untuk memastikan Mamat benar-benar mengerti,  Guru ini bertanya lagi ke Mamat, "Sekarang, jika aku beri kamu satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa apel yang kamu punya?"

Mamat langsung menjawab, "Empat!"

"Loh kok empat?", respon Guru tersebut dengan sedikit nada tinggi.

Dengan nada suara ketakutan Mamat menjawab, "Di dalam tas aku sudah ada satu apel". 😫

Jika orang lain memberikan jawaban yang tidak sesuai harapan kita, jangan berpikir mereka salah. Mereka hanya melihat dari sisi yang berbeda. 😁

13 April, 2016

Doa seorang sahabat Allah

Mazmur 27:4  Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Perikop pasal ini judulnya: Aman dalam perlindungan Allah. Ini adalah salah satu permintaan "aneh" Daud (seperti juga Mazmur 119:127) yang dia panjatkan.

Ketika dunia pada umumnya di-drive untuk mengejar  3 ta (harta, tahta, dan cinta) tapi Daud cuma minta 1 hal: rasa aman sejati yang dia tau cuma Tuhan yang bisa kasi ketika dunia menjanjikan rasa aman yang palsu.

Bagaimana kondisi rasa aman dalam hidup kita hari-hari ini? Jika rasa aman kita berfluktuasi seperti halnya nilai rupiah terhadap dollar ataupun nilai saham di bursa mungkin saja kita menaruh rasa aman kita pada prioritas yang kurang tepat 😊

12 April, 2016

Memaafkan karena telah dimaafkan

Pelayan Tidak Sengaja Menumpahkan Saus Ke Atas Tas Kulitnya, Tapi Reaksinya Malah...

Hasilnya ternyata di luar dugaan lho...

Waktu itu kami makan di sebuah restoran, dan seorang pelayanan perempuan yang melayani kami. Ketika dia mengantarkan ikan yang kami pesan, piring yang dipegangnya tiba-tiba miring dan saus pada pesanan kami pun tertumpah di atas tas kulit yang kuletakkan di atas kursi. Saya langsung melompat dari kursiku dan bersiap – siap untuk meluapkan emosiku kepadanya.
Tapi sebelum aku meledak, anak perempuanku memutarkan badannya untuk berdiri, langsung pergi menghampiri pelayan ini sembari menepuk pundaknya sembari berkata dengan senyum yang hangat, "Tidak apa-apa kok..."

Pelayan kaget dan merasa bersalah, sembari melihat tas kulit saya berkata, "Aku... Biar aku ambilkan kain lap..."

Anakku membalasnya, "Sudah tidak apa, nanti akan saya bersihkan ketika saya pulang. Kamu kembali bekerja saja, beneran tidak apa-apa kok..."

Anak perempuanku berkata dengan sangat lembut, seperti dia yang melakukan kesalahan. Saya menatap tajam anak saya dan rasanya emosi saya sudah pada puncaknya.

Malam ketika mereka kembali ke hotel, anak dan istri saya berbaring di atas ranjang, dan dia bercerita tentang kehidupannya 3 tahun belajar di London. Demi mengajarinya untuk hidup mandiri, saya dan istri saya tidak mengizinkan dia untuk pulang ketika liburan musim panas, kami memberi dia kebebasan untuk mengatur sendiri liburan dia, dan kami juga berharap dia bisa bekerja part time di Inggris.

Anak gadis kami yang lincah, tidak pernah melakukan pekerjaan rumah dan manja ini harus hidup di London yang asing bagi dia, dan dia memilih untuk menjadi seorang pelayan untuk mengumpulkan pengalaman-pengalaman berharga.

Hari pertama dia kerja sudah melakukan kesalahan.

Dia ditugaskan untuk mencuci gelas anggur. Gelas kaca bening dan tipis ini, akan pecah jika kita tidak sengaja membersihkannya dengan tenaga yang kuat.

Putriku pun akhirnya membersihkan semua gelas yang kelihatannya tidak akan habis dibersihkan. Tapi siapa sangka, ketika dia memutarkan badannya, dia tidak sengaja mendorong setumpukan gelas tersebut dan dalam sekejap gelas – gelas itu pun berubah menjadi sekumpulan keping-keping kaca.

"Pa, Ma, waktu itu rasanya aku masuk ke dalam neraka dalam sekejap."

Suara putriku waktu itu terdengar penuh ketakutan. Tapi, apakah kamu tahu apa reaksi dari bosnya? Dia dengan tenang dan memeluk putriku, "Sayang kamu tidak kenapa-kenapa kan?"

"Kemudian, dia berbalik dan menyuruh rekan kerja yang lain, "Tolong bersihkan keping – keping gelas ini ya!"

Dia sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat aku tertuduh," kata putriku sambil mengingat masa lalunya.

Dan ada lagi, putriku tidak sengaja menumpahkan anggur di atas gaun putih tamu mereka.

Awalnya dia pikir tamu ini akan marah dan menyuruhnya untuk berhenti kerja saja, tapi tidak disangka tamu ini malah menghiburnya dengan berkata, "tidak apa-apa, alcohol kan? Tidak sulit untuk dibersihkan."

Dia berdiri dan menepuk pundak putriku sembari berjalan ke arah toilet.

Suara putriku pun penuh dengan iba berkata, "Pa, Ma, kalau orang lain saja bisa memaafkan kesalahanku, anggap saja orang yang bersalah tadi itu putri mama sendiri ya? Maafkanlah mereka."

Memaafkan orang lain itu juga berarti kamu membiarkan hatimu lepas dari emosi-emosi sesaat.

Blog Stat