18 Mei, 2013

Pay now, play then

Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan dirinya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Ada 2 jalur yang dapat ditempuh manusia dalam hidup. Mereka dapat bermain sekarang dan membayar kemudian, atau membayar sekarang dan bermain kemudian. Pilihan mana pun yang kita ambil, ada 1 hal yang pasti : "Hidup MENUNTUT pembayaran"!

Ada sebuah cerita dari John C. Maxwell terkait hal ini :
Ketika ia kecil ayahnya mengajarkan disiplin ini dengan memberikannya tugas rumah tangga untuk 7 hari ke depan. Banyak yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang minggu. Sasarannya adalah menyelesaikan tugas-tugas itu sebelum Sabtu siang. Jika selesai John dapat bersenang-senang dengan keluarga, jika tidak kesempatan bersenang-senang akan hilang dan anak yang tidak dapat menyelesaikan tugas harus tinggal di rumah untuk merampungkannya. John gagal berkali-kali sebelum ia menyadari bahwa ia perlu "membayar di muka" dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Temen-temen, dalam hidup tidak ada namanya makan siang gratis.


Hidup ini bukan hadiah, melainkan investasi.


Apa yang kita tabur hari ini, akan kita tuai besok, apa yang kita bayar hari ini kita nikmati esok.

Begitu banyak fresh graduate merasa menyesal tidak mempersiapkan masa depannya dengan belajar sungguh-sungguh ketika kuliah ataupun membangun jaringan yang kuat ketika masa kuliah. Begitu asixnya mereka bermain game online atau nonton drama Korea sampe lupa tentang prinsip tabur tuai. Akhirnya ketika menginjak dunia kerja mereka "terpaksa" lembur karena tidak memiliki skill yg kompeten untuk menunjang pekerjaan atau bisnisnya, jika tidak lembur maka akan susah ngejer gap sampe tahap perform #sayaSalahSatuKorbannya :p he he

Dunia menuntut produktivitas / performa dan jika kita sebagai anak Tuhan mau menjadi terang dunia sudahkah kita mempersiapkan diri hari ini supaya kita bisa exceed/melampaui performa rata-rata ketika sudah tiba waktunya kita berkarya ;)?

Saya belum menjumpai orang yang layak disebut cukup kompeten dalam jangka panjang jika di lubuk hatinya ia tidak menghargai KERJA KERAS dan DISIPLIN - Vince Lombardi

17 Mei, 2013

Definisi Profesional ^^

Seorang profesional adalah ia yang bisa melakukan pekerjaannya saat ia sedang merasa tidak senang melakukannya, seorang amatir adalah ia yang tidak bisa melakukan pekerjaannya bahkan saat ia merasa senang melakukannya - James Agate

Have a great Friday folks! \(^┌┐^)/

Status quo ˆ⌣ˆ

Filipi 3:7-8
"(7)Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (8)Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan mengangapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus."

Ternyata "status quo" dalam ungkapan Latin artinya adalah :"ada dalam keadaan kacau-balau". Wow, beda banget yah sama pandangan orang banyak pada umumnya yang berpikir kalo status quo itu keadaan paling utopia/idealis yang kudu dicapai. Semuanya mapan, berjalan teratur, tidak ada lagi tantangan, fasilitas tersedia dan mendapatkan hasil besar walaupun passive/ga melakukan usaha apapun (‾‾ ⌣ ‾‾)

Padahal kenyataannya ga lho temen-temen. Saat kita berhenti belajar dan memandang status quo sebagai goal akhir, saat itulah pertumbuhan kita berhenti dan kitapun akan MPP (Mati Pelan Pelan). Tidak pernah ada produktivitas di dalam passive/comfort zone. Status quo ga cuma berbicara soal prestasi, tapi kegagalan pun juga berpotensi menjadi status quo karena membuat kita ga bisa bertumbuh maksimal ˆ⌣ˆ

Apa "status quo"mu hari ini :)? Bersyukurlah kalo hari ini kita masih ada kesulitan dalam kuliah, kerja, bisnis, keluarga, finansial, pelayanan, dll karena itu berarti kita masih hidup dan bisa terus belajar (ง'̀⌣'́)ง

Ayo sama-sama belajar dari Paulus yang membuang status quonya (sebagai murid tercerdas Gamaliel dan berprospek menjadi imam agung berikutnya) dan berlari-lari pada panggilan yang seharusnya dia kejar yaitu menjadi rasul Kristus untuk orang-orang di luar bangsa Israel :D

Pemimpin besar tidak pernah puas dengan kinerja sekarang. Mereka berusaha keras mencapai tingkat pencapaian yang lebih tinggi
- Donna Harrison

16 Mei, 2013

Buah hasil dari benih ˆ⌣ˆ

Matius 7:12 Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Itulah inti hukum Musa dan ajaran nabi-nabi." (BIS)

Seringkali dalam hidup kita ga memperlakukan orang lain seperti kita sendiri ingin diperlakukan :p

Kita mau orang lain mendengarkan namun kita ogah untuk belajar mendengar dan malah terus berbicara !-)

Kita mau orang terbuka pada kita namun kita ga mau belajar terlebih dahulu terbuka ┐(˘́⌣˘̀ )┌

Kita mau orang peduli pada kita tapi kita ga mau belajar terlebih dahulu peduli pada orang lain :]x

Kita mau orang mempercayakan tanggung jawab pada kita tapi kita begitu egonya tidak mau belajar mempercayakan orang lain untuk belajar bertanggung jawab :>

Emang sih kita ga pernah bisa maksa orang lain bersikap ke kita walau kita uda do the best memperlakukan orang lain seperti kita sendiri ingin diperlakukan, tapi bisa dipastikan jika kita menabur "benih" kejahatan otomatis "buah" balasan yang kita terima sama jahat atau bahkan lebih jahat ˆ⌣ˆ

Ayo sama-sama terus belajar memperhatikan benih yang kita tabur dalam kuliah, kerja ataupun bisnis kita terlebih jika hari-hari ini buah yang kita dapati buruk dan kita sungguh ingin merubah buah yang dihasilkan. Semangat teman (´▽`)ง

Jika Anda tidak menyukai hasil panen yang sedang Anda tuai, periksalah benih yang Anda tanam :D

15 Mei, 2013

Rahasia Kegagalan ˆ⌣ˆ ?


Amsal 24:16a Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali

GAGAL, suatu kata yang menjadi ketakutan bagi banyak manusia. Suatu keadaan yang membuat kita merasa nilai diri kita jatuh dan ga berharga o╮(╯•_•╰")╭o 

Oleh karena itu banyak orang ga mau mengalami kegagalan dan akhirnya memutuskan ga berbuat apa-apa hanya karena mengalami 1 kali kegagalan dan malah bilang : iye, emang gue terlahir buat jadi orang gagal (´△`"). Padahal tanpa melakukan apa-apa ga mungkin ada produktivitas dan keberhasilan tercapai kan :p?

Mungkin kita uda do the best, namun yang terjadi hari ini adalah :
- nilai kuliah kayak kapal karam X_X
- skripsi mandek ˚˚ (‾ε‾") ĦuuFF ˚˚
- pekerjaan tidak mencapai target KPI ┐(˘́╭╮˘̀ )┌
- lamar kerja ditolak mulu :'(
- bisnis mandek :|
- mengalami konflik dalam hubungan ==a

Apapun kondisi kita hari ini, ingat nilai diri kita bukan berdasar keberhasilan/kegagalan yang kita alami hari ini tapi karena kasih Tuhan buat hidup kita. Kalau begitu kenapa kita tidak mencoba 1 kali lebih banyak dari kegagalan kita ;)?

Dalam tulisan mandarin kegagalan memiliki arti sebagai ibu kandung dari keberhasilan. So kalo kita gagal berarti kita uda dapetin tuh ibunya keberhasilan tinggal tunggu anaknya lahir aja :D he he

Orang yang tidak pernah membuat kesalahan tidak akan membuat kemajuan - Theodore Roosevelt, mantan Presiden Amrik

13 Mei, 2013

Harta yang kekal ˆ⌣ˆ

Yohanes 13:34 Perintah baru Kuberikan kepadamu: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku mengasihi kalian, begitu juga kalian harus saling mengasihi.
35 Kalau kalian saling mengasihi, semua orang akan tahu bahwa kalian pengikut-pengikut-Ku." (BIS)
 
Ada banyak harta dalam hidup setiap anak Allah baik itu harta rohani, jiwa, tubuh, hubungan, keluarga, maupun harta benda. Namun dari semua itu ada harta yang akan dibawa kepada kekekalan yaitu harta rohani dan itu adalah KASIH. Kasih kepada Tuhan, diri sendiri dan sesama. Ayo kita sama-sama belajar untuk terus mengembangkan harta kekal yaitu kasih seperti perintah Tuhan Yesus ˆ⌣ˆ

Di dalam akhir hidup kita, kita tidak akan dihakimi dengan seberapa banyak GELAR yang kita miliki, seberapa banyak UANG yang dikumpulkan, atau seberapa banyak PERKARA BESAR yang telah kita lakukan. Kita akan dihakimi dengan "Ketika Aku lapar kamu memberi Aku makanan, ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian, ketika Aku tidak punya rumah kamu memberi Aku tumpangan" - Mother Theresa

Nite ˆ⌣ˆ

03 Mei, 2013

Carpe Diem ˆ⌣ˆ

Carpe Diem - by:Martinus Leo Gunardi

Carpe diem, adalah sebuah frasa dalam bahasa Latin yang artinya adalah: "Petiklah hari." (Horatius) Kalimat lengkapnya adalah: "carpe diem, quam minimum credula postero" yang berarti: "petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok."

Maksud kata-kata ini adalah orang dianjurkan untuk hidup memanfaatkan hari ini secara lebih optimal tidak menunda sesuatu untuk hari esok, dengan begitu kita lebih dapat memanfaatkan waktu yang diberikan secara optimal.

Kalimat ini sering disalahartikan sebagai "makan dan minumlah, karena esok kita mati".

CARPE DIEM

Saya menemukan sebuah kutipan dari Mark Twain tentang pentingnya memegang kesempatan. Kutipan itu berbunyi, “Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” Iseng-iseng, saya menaruh kutipan ini di status Facebook saya. Tidak disangka, teman saya sewaktu masih bekerja di MarkPlus memberi comment yang singkat tapi cukup membuat saya penasaran untuk mencari tahu artinya yaitu “Seize the day! Carpe Diem!” Karena penasaran, saya coba cari di google arti dari frase terakhir.

Saya berhasil menemukan terjemahan dari bahasa latin ini di Wikipedia. Carpe diem adalah sebuah frase yang berasal dari puisi latin yang ditulis oleh Horace yang bunyi lengkapnya adalah, “Carpe diem quam minimum credula postero” yang artinya adalah ”seize the day and place no trust in tomorrow”. Kutipan puisi ini mencoba untuk mengingatkan pentingnya untuk menggunakan kesempatan hari ini karena kita tidak tahu apakah masih punya kesempatan besok.

ALASAN-ALASAN PENUNDAAN
Penundaan adalah salah satu kebiasaan buruk yang banyak diidap oleh banyak orang (bahkan di Facebook, saya pernah menemukan grup “Procrastination” – dan grup ini memiliki hampir 1000 anggota!). Kenapa kita suka menunda suatu pekerjaan? Saya pernah baca sebuah buku yang saya pinjam di perpustakaan gereja mengenai masalah penundaan ini. Sudah agak lama sejak saya membacanya tapi kurang lebih saya masih ingat isi buku ini. Menurut buku ini dan sumber lainnya, penundaan, pada intinya, dapat disebabkan oleh:

Pertama, adalah rasa malas. Karena tidak ada suatu batas waktu yang mengikat, kita menunda melakukannya. Bisa juga karena kita harus mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak kita sukai.

Kedua, takut mengambil resiko seperti yang dikatakan dalam kutipan Mark Twain di atas. Tidak jarang penundaan dikarenakan hal ini. Contohnya, seorang pemuda yang menunda untuk “pdkt” dengan gadis incarannya karena takut ditolak. Bisa ditebak, orang seperti ini akan terus jomblo untuk waktu lama sementara si gadis jadi milik orang lain.

Ketiga, orang-orang yang suka menunda memilki berpikir masih ada kesempatan di esok hari. Alasan ini juga cukup banyak digunakan. Contohnya, adalah dalam pelayanan. Banyak orang yang berpikir baru akan terlibat di dalam pelayanan pada waktu sudah “mapan”. Akhirnya setelah mapan pun tetap tidak bisa melayani karena sudah tua, tidak bertenaga, dan malahan sakit-sakitan.

Pada waktu masa orientasi mahasiswa di kampus, ada satu sesi mengenai time management. Sebagai seorang mahasiswa baru, kami dirasa perlu untuk beradaptasi dengan kehidupan sebagai mahasiswa. Salah satunya adalah dalam hal menggunakan “kebebasan” waktu yang kami miliki. Kalau dulu di SMA, kami harus mengikuti segala jadwal yang ada, sekarang kami lebih bebas mengatur waktu kami.

Dalam sesi ini, dijelaskan pada intinya time management berbicara mengenai apa yang penting dan apa yang mendesak. Apabila dijabarkan dalam suatu matriks, akan diperoleh hubungan:
• Ada kegiatan yang penting dan mendesak.
• Ada kegiatan yang penting dan tidak mendesak.
• Ada kegiatan yang tidak penting dan mendesak.
• Ada kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak.


Yang terjadi adalah banyak dari kita yang suka menunda melakukan “kegiatan yang penting dan tidak mendesak”. Apa contohnya? Contohnya adalah olahraga. Kita semua tahu olah raga tuh bagus banget dan banyak manfaatnya buat kesehatan kita, tapi kita suka menundanya sampai akhirnya penyakit mulai berdatangan atau kita baru menyadari celana jeans kita sudah tidak muat lagi. Contoh lainnya, adalah kebiasaan mahasiswa (golongan deadliners..haha) untuk mengerjakan tugas atau belajar untuk kuis atau ujian mendekati waktunya (menurut pengakuan beberapa teman yang masuk dalam golongan ini, kondisi terdesak membantu meningkatkan adrenalin mereka sehingga mampu menyerap pelajaran dengan cepat – omong-omong saya tidak tahu dari mana teori ini dan tidak yakin dengan keabsahan korelasi antara endorfin dengan kemampuan otak menyerap pelajaran..hahaha)

Kita perlu mengenali apa alasan kita menunda suatu pekerjaan? Apa karena ada pekerjaan lain yang lebih penting untuk dilakukan? Atau karena kita malas melakukannya?

KERUGIAN DARI PENUNDAAN
Saya pernah baca kalau kita menunda suatu pekerjaan ada beberapa kerugian yang sebenarnya kita dapatkan, di antaranya adalah:

Pertama, pekerjaan yang ditunda akan menjadi beban pikiran kita. Contohnya, saya mengusahakan untuk menyelesaikan tugas mengedit artikel untuk Warta Sejati di Minggu pagi. Setelah artikel ini selesai, saya dapat lebih tenang untuk melakukan aktivitas lainnya seperti pergi ke perpus atau nge-gym tanpa ada perasaaan masih dihantui oleh ”utang” yang harus saya lunaskan.

Kedua, teman saya pernah bilang kalau pekerjaan yang ditunda itu akan ”berbunga”. Artinya, penundaan mengerjakan suatu tugas seringkali menyebabkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya menjadi lebih lama. Saya merasa sekali pada waktu harus mengedit suatu tulisan, karena saya menunda menyelesaikan, saya harus habiskan waktu lebih lama untuk mengecek dari awal tulisan karena saya tidak ingat bagian-bagian mana yang sudah dicek.

Ketiga, pekerjaan yang ditunda-tunda dapat menjadi penghalang kita untuk mengerjakan pekerjaan lain atau bahkan mengambil kesempatan baik. Contohnya, kita menunda menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya dapat kita kerjakan di hari Jumat siang. Ternyata, pada Jumat sore, kita mendapatkan undangan untuk menghadiri acara dari kolega kita. Akibatnya, kita tidak dapat mengikuti acara tersebut karena harus lembur.

Keempat, penundaan membuat kita kehilangan ”momentum”. Saya pernah membaca ternyata suatu ide bisnis yang brilian seringkali bukan suatu hal yang sama sekali bari. Ide ini mungkin sudah banyak orang yang memikirkannya, tapi hanya sedikit orang yang berani untuk benar-benar mewujudkannya. Sisanya adalah orang yang menunda mengeksekusi ide ini karena menunggu ”waktu baik”. Penulis Amsal berkata bahwa orang pemalas punya alasan-alasan yang seringkali tidak masuk akal untuk menghentikan penundaannya: ” Si pemalas berkata: ’Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.’” (Amsal 22:13).

TIPS MENGATASI PENUNDAAN

Saya ingin membagikan beberapa tips bagaimana caranya untuk mengurangi kebiasaan menunda (yang masih saya belajar untuk terapkan juga..hehe).

Pertama, mengutip dari buku ”The 7 Habits of Highly Effective People” nya Stephen R Covey yaitu Put First Things First , sempatkan untuk membuat rencana harian mengenai apa-apa yang harus anda lakukan. Dari daftar ini, urutkan pekerjaan yang harus dilakukan berdasarkan skala prioritasnya. Biasanya orang lebih suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mudah walaupun bukan suatu yang penting dan mendesak. Biasanya dikarenakan untuk mendapatkan rasa pencapaian karena sudah mengerjakan banyak pekerjaan. Ubah kebiasaan ini, lakukan apa yang benar-benar penting. Jangan sampai kita kehabisan waktu untuk mengerjakan apa yang benar-benar penting.

Kedua, tetapkan batas waktu atau deadline. Yang sulit adalah kalau pekerjaan yang kita tunda adalah pekerjaan yang tidak perlu kita pertanggungjawabkan kepada orang lain. Biasanya kita akan lebih toleran terhadap diri kita. Contohnya ya untuk disiplin berolahraga. Kalau kita bolos untuk nge-gym, tidak akan ada yang memarahi kita karena pertanggungjawabannya adalah ke diri kita sendiri. Saya baru baca di Men’s Health terbaru, di situ ada artikel mengenai tips-tips untuk tetap termotivasi pergi ke gym. Salah satu ide yang saya suka adalah ide untuk ”menantang” orang lain. Misalkan, kita menantang teman kita untuk menurunkan berat badan dan yang kalah harus mentraktir yang menang. Dengan cara ini, kita akan lebih termotivasi dan secara otomatis akan mengurangi penundaan.

Cara lainnya adalah dengan memberitahukan deadline anda kepada orang lain. Misalnya, setiap minggunya, saya akan membuat minimal satu tulisan. Akan lebih baik kalau orang yang anda beri tahu adalah orang yang anda ”takuti” atau ”orang-yang-akan-membuat-anda-merasa-malu-apabila-tidak-berhasil-menepati-janji-anda”

Ketiga, sadari tidak pernah ada ”waktu ideal” dan jangan takut gagal, berani untuk ambil resiko. C.S Lewis penulis The Chronicles of Narnia, pernah mendapatkan kritikan untuk buku pertamanya dari J.R Tolkien, penulis buku The Lord of The Ring. Tapi, kita bisa lihat C.S Lewis tidak mundur dan tetap menulis sehingga lahirlah 6 buku lainnya.

Kenichi Ohmae, seorang ahli corporate strategy terkemuka, pernah mengatakan, ”…sometimes it’s better to do something that’s almost right rather than wait for the perfect solution and miss the strategic opportunity”. Jadi, moral of the story dari poin ini adalah jangan menunda melakukan sesuatu karena terlalu takut gagal. Tentu saja, sebelum terjun ke sebuah kolam, harus diukur terlebih dahulu airnya, tapi jangan kelamaan!

So, semoga tips-tips di atas bisa membantu untuk mengatasi penundaan. Jangan sampai ada suatu penyesalan karena kita terus menunda melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Saya sendiri masih belajar terus untuk mengatasi penundaan dan menjadi orang yang lebih efektif lagi…hehe

Yang jelas terakhir saya denger kata carpe diem ini waktu nonton film “Pirates of Sillicon Valley”. Kata ini diucapkan oleh Steve Jobs (Apple’s founding father) di depan ratusan karyawannya waktu pertama kali melaunch produk Macintosh untuk pertama kalinya.

You see, dalam hidup ini kita punya tiga macam hari : hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Hari kemarin adalah hari yang sudah terjadi dan tidak bisa kita ubah lagi. Hari kemarin ‘hanya’ bisa kita jadikan sebagai pelajaran dan ambil hikmahnya, tetapi kita tidak bisa lagi melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Hari esok adalah hari yang belum terjadi. Seringkali kita terlalu banyak menghabiskan energi dan waktu untuk mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi, seringkali kita terlalu pesimistis dan takut ketika memikirkan hari esok. Mahatma Gandhi pernah bilang : “The future depends on what we do in the present.” That means kita bisa menentukan sendiri bagaimana masa depan kita, kita sendiri yang menentukan akan jadi seperti apa hari esok kita. You are never given a wish without being given the power to make it come true!! So...Carpe diem!!!.... Rebutlah hari ini!!!... Dengan merebut hari ini, berarti kita telah merebut hari esok kita. Dengan berbuat sesuatu yang positif dan produktif hari ini, berarti kita telah menciptakan masa depan yang cerah untuk kita. Kita sendirilah yang menentukan takdir kita, bukan takdir yang mengendalikan kita. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin ;)

Blog Stat